06 April 2012

Muhammad Bukan Nasionalis




Penganut agama Islam (muslim dan muslimah) sejati memiliki sikap tunduk dan pasrah kepada perintah dan larangan Allah Azza wa Jalla, sentiasa bersikap damai, tenang, rukun, selamat, penuh toleransi dan menyelamatkan orang lain.
Firman Allah swt, “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” [An-Nisa’: 125]
Sejatinya Islam adalah kerana ia agama yang lurus dan benar, mengajarkan cinta kasih, hidup penuh rasa keadilan, damai sejahtera, serta jalan keselamatan dan kebahagiaan abadi bagi para penganutnya.
Rasulullah saw yang diutus membawa risalah Islam adalah peribadi luhur yang berakhlak dan berbudi pekerti mulia, ia manusia sempurna (Insan Kamil) yang menjadi teladan kebaikan bagi semesta alam. Firman Allah swt menegaskan. “Dan Kami tidak mengutus engkau (wahai Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” [al Anbiya’: 107]
Rasulullah saw menjelaskan misi kenabianNya sebagaimana sabdanya. “Aku tidak diutus sebagai tukang laknat. Akan tetapi, aku diutus sebagai rahmat.” [HR Muslim2599/Tirmizi 7774]
Penghulu nabi ini juga menuturkan. “Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan oleh Allah (kepada umat manusia)” [HR Tirmizi 1977]. Dan ada banyak hadis yang menjelaskan perihal kelembutan dan wajah kasih sayang Rasulullah saw kepada umatnya.
Dalam sebuah yang riwayat ‘valid’ (shahih) diceritakan, adalah Rasulullah saw, saban hari menyuapkan makanan kepada lelaki Yahudi buta yang ada di pasar Madinah, si Yahudi hanya membalas kebaikan Rasulullah saw dengan caci maki. Tatkala Rasulullah saw wafat, Abu Bakar menggantikan peranan Rasulullah saw menyuapkan makanan kepada si Yahudi. Akan tetapi, ia merasakan ada sesuatu yang berbeza dalam menyuapkan makanan. Maka bertanyalah si Yahudi, siapakah kamu ini? Abu Bakar menjawab, aku adalah orang yang biasa menyuapkanmu. Dengan tegas si Yahudi berkata. Bukan! kamu bukan orang yang biasa menyuapkanku makan.!
Abu Bakar bertanya, apa yang membezakan diriku dengan orang sebelumku? Si Yahudi menjawab, orang sebelummu selalu mengunyahkan makanan dimulutnya terlebih dulu sebelum menyuapku! Cara dia menyuapku juga perlahan dan halus.
Mendengar penjelasan tersebut, Abu Bakar akhirnya memberitahu si Yahudi seraya berkata, orang yang saban hari menyuapmu makanan itu, dia adalah Muhammad saw, manusia yang setiap hari kau caci maki. Ia telah kembali ke ribaan Allah swt, ia telah meninggalkan dirimu untuk selama-lamanya. Terkejut mendengar berita itu, si Yahudi menangis dengan penyesalan.
Muhammad berkata jujur. Mulutku ini setiap hari diberinya makan hanya untuk mencaci makinya. Alangkah betapa nista diriku. Dan betapa agung akhlakmu wahai Muhammad. Si Yahudi akhirnya melafazkan syahadah dan memeluk Islam. [HR Imam Abu Daud 1/382]

Syafie Abdullah seorang wakil jualan buku,majalah serta pelbagai produk keluaran stormreaders yang bertauliah dan sah.Kesemua buku dan majalah ini adalah hasil tulisan penulis-penulis yang terkenal dan tidak asing lagi di Malaysia.Antaranya ialah Dato'Dr Fadzilah Kamsah,Dato'Abu Hassan Din Al-Hafiz,Dr.HM.Tuah Iskandar,Ustazah Siti Norbahyah Bte Mahmood serta banyak lagi.Sila layari E-store kami di http://www.stormreaders.net/syafie

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...